AWAN14 adalah ulasan tentang OJS backend, yaitu bagian dasbor administrasi atau panel belakang dari sistem Open Journal Systems (OJS). OJS sendiri merupakan platform manajemen dan penerbitan jurnal ilmiah yang sangat populer digunakan oleh universitas dan lembaga riset. Di dalam OJS backend, pengguna dengan peran khusus—seperti Journal Manager, Editor, Reviewer, atau Author—dapat masuk untuk mengelola artikel, mulai dari pengiriman naskah, proses review, hingga tahap penerbitan. Kami merangkum penjelasan seputar fungsi, peran pengguna, alur kerja, hingga hal-hal penting yang perlu diketahui sebelum menggunakannya.
AWAN14 memberikan kemudahan akses ke berbagai informasi seputar OJS backend dan pengelolaan jurnal ilmiah dengan penjelasan yang mudah dipahami. Kami secara rutin memperbarui ulasan seputar platform OJS, termasuk peran tiap pengguna, alur submission, proses peer review, dan pengaturan penerbitan. Rasakan sensasi mengelola jurnal yang lebih terarah, di mana setiap penjelasan didasarkan pada penggunaan nyata untuk membantu Anda memahami cara kerja OJS backend dengan lebih baik.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Sebenarnya apa itu OJS backend dan siapa saja yang bisa mengaksesnya?
OJS backend adalah panel administrasi di balik layar Open Journal Systems. Di sini semua pengelolaan jurnal dilakukan, mulai dari menerima naskah sampai menerbitkannya. Yang bisa masuk ke dalamnya adalah pengguna dengan peran khusus, seperti Journal Manager, Editor, Reviewer, dan Author. Masing-masing punya hak akses berbeda sesuai tugasnya. Jadi tidak semua orang bisa masuk ke area ini—harus punya akun dan peran yang sesuai.
2. Apa saja yang bisa dilakukan di dalam OJS backend?
Banyak hal. Journal Manager bisa mengatur konfigurasi jurnal, membuat edisi, dan mengelola pengguna. Editor bertugas menangani alur review dan memutuskan naskah yang layak terbit. Reviewer menerima dan menilai naskah yang ditugaskan. Sedangkan Author mengirimkan artikel dan memantau statusnya. Intinya, semua proses penerbitan jurnal berjalan di dalam panel ini.
3. Bagaimana alur pengiriman artikel sampai terbit di OJS?
Alurnya cukup runtut. Author mengirim naskah lewat dashboard, lalu Editor melakukan penilaian awal. Kalau lolos, naskah dikirim ke Reviewer untuk dinilai lebih mendalam. Setelah review selesai, Editor memutuskan apakah naskah diterima, direvisi, atau ditolak. Kalau diterima, naskah masuk tahap editing dan layout sebelum akhirnya diterbitkan. Semua tahapan ini bisa dipantau langsung dari OJS backend.
4. Apakah OJS backend sulit digunakan untuk pemula?
Tidak juga. Tampilannya cukup ramah, terutama kalau sudah tahu peran dan menu yang sering dipakai. Untuk pemula, sebaiknya mulai dari memahami alur dasar: submission, review, dan publishing. Setelah itu, baru pelajari fitur pengaturan yang lebih teknis. Banyak universitas juga menyediakan panduan atau pelatihan singkat untuk staf dan dosen yang baru pertama kali memakainya.
5. Apakah OJS backend bisa disesuaikan dengan kebutuhan jurnal?
Bisa. OJS menyediakan berbagai pengaturan yang dapat disesuaikan, mulai dari tampilan, kebijakan review, hingga format metadata. Bahkan ada plugin tambahan yang bisa dipasang untuk memperluas fungsinya. Jadi setiap jurnal bisa menyesuaikan sistemnya sesuai kebutuhan dan gaya penerbitannya masing-masing, tanpa harus mengubah kode inti.


